Peran Mahasiswa Kukerta dalam Menginspirasi Anak Sekolah Desa
Peran
Mahasiswa Kukerta dalam Menginspirasi Anak Sekolah Desa
(Studi
Lapangan di RT 04, Desa Lubuk Terentang, Dusun Simpang Camat, Kecamatan Betara,
Kabupaten Tanjung Jabung Barat)
Oleh : Cindy
Aulia Sari (201220171)
Mahasiswa
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Email:
cindiaulia242@gmail.com
Pendahuluan
Sekolah di pedesaan memikul peran strategis sebagai
garda depan pembentukan karakter dan literasi dasar anak. Di RT 04, Desa Lubuk
Terentang, Dusun Simpang Camat, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung
Barat, tantangan pendidikan masih terasa: keterbatasan sarana belajar, akses
internet yang tidak selalu stabil, dan kebutuhan pendampingan belajar yang
konsisten
Ki Hadjar Dewantara mengingatkan, “Anak-anak hidup
dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuhnya
kodrat itu.”
Konteks
Lokal: Potensi dan Tantangan
Kondisi geografis dan sosial di Lubuk Terentang
menyimpan potensi besar: budaya gotong royong, dukungan orang tua, dan
kedekatan komunitas sekolah
Peran
Mahasiswa Kukerta di Kelas: Kreatif, Kontekstual, Kolaboratif
- Metode kreatif di
kelas
Mahasiswa membawa variasi pembelajaran: permainan
literasi (mis. kartu suku kata), proyek sains sederhana (kapal kertas, gunung
api mini), dan belajar berbasis cerita lokal (cerita rakyat Jambi) agar materi
dekat dengan pengalaman anak. Kegiatan-kegiatan ini menggeser suasana belajar
dari “mendengar pasif” menjadi “mengalami dan mencoba”.
- Jembatan literasi
digital
Dengan gawai sekolah/mahasiswa, anak-anak dikenalkan
aplikasi kamus offline, kuis interaktif, dan video pengetahuan pendek. Fokusnya
bukan “lama di layar”, melainkan terarah dan bermakna: mencari arti kata,
menonton satu video topik, lalu menuliskannya kembali dengan bahasa sendiri.
Mahasiswa berperan sebagai pengarah etika digital: sopan santun berkomentar,
tidak menyebar hoaks, dan memprioritaskan tugas sekolah.
- Pengayaan dan
remedial
Di luar jam pelajaran, mahasiswa membuka pojok baca
dan numerasi: 20–30 menit sesi intensif untuk siswa yang butuh penguatan
membaca lancar, pemahaman bacaan, serta operasi hitung dasar. Pola kecil-rutin
ini menutup “kesenjangan kecil” yang jika dibiarkan akan membesar.
Inspirasi
Karakter: Menjadi Teladan yang Dekat
Jarak usia yang relatif dekat menjadikan mahasiswa
mudah diterima sebagai kakak pendamping. Dengan hadir tepat waktu,
menyelesaikan komitmen, dan berbicara dengan empati, mahasiswa memberi teladan
disiplin dan respek. Di sinilah relevansi etika kepedulian (ethics of care) ala
Nel Noddings: anak belajar paling efektif saat merasa diperhatikan. Cerita
perjalanan kuliah bagaimana mengatur waktu, menabung, atau belajar dari
kegagalan menjadi bahan bakar motivasi agar siswa berani bermimpi: melanjutkan
sekolah, meraih prestasi, dan kembali membangun desa.
Program
Konkret yang Relevan di RT 04
Agar tidak berhenti di “niat baik”, berikut paket
program yang realistis untuk konteks Lubuk Terentang:
- “15 Menit Pagi”:
Literasi & Numerasi
Tiap pagi, siswa membaca nyaring (reading aloud) atau
latihan hitung cepat selama 15 menit. Mahasiswa menyiapkan kartu literasi lokal
(kosakata berkaitan dengan kebun, sungai, pasar) agar anak merasakan manfaat
bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
- Kelas Proyek Mini
Tematik
Misalnya “Air Bersih dan Lingkungan”: membuat poster
hemat air, eksperimen sederhana filtrasi, dan aksi bersih kelas. Di akhir,
siswa memamerkan karya ke orang tua membangun rasa bangga dan dukungan
keluarga.
- Klub Mimpi: Career
Talk Berseri
Setiap pekan, mahasiswa berbagi profesi (perawat,
guru, programmer) dengan bahasa sederhana, membawa alat peraga, dan menutup
dengan lembar mimpi: “Aku ingin jadi… langkah kecilku minggu ini…”. Ini menanam
goal setting sejak dini.
- Ekskul Kreatif Murah
Meriah
Pojok puisi, komik sains, atau seni musik ritmis
dengan alat sederhana (botol beras, tepuk ritme). Tujuannya menumbuhkan rasa
percaya diri tampil.
- Kolaborasi Orang Tua
Mengundang orang tua ke “Sesi 30 Menit Bareng Anak”
tiap akhir bulan: orang tua melihat progres, belajar cara memuji usaha (bukan
hanya nilai), dan diberi panduan singkat mendampingi PR.
Tata
Kelola & Keberlanjutan
Agar berdampak jangka panjang, program perlu manajemen
sederhana namun rapi:
- Pemetaan awal (1
minggu): cek kemampuan membaca/berhitung, minat siswa, dan jadwal sekolah.
- Kalender program 4–6
minggu: target mingguan jelas (mis. peningkatan kelancaran baca 10–15
kata/menit).
- Modul ringkas satu
lembar per sesi (tujuan, alat, langkah). Memudahkan guru melanjutkan
setelah Kukerta usai.
- Pelibatan perangkat
RT & komite sekolah untuk dukungan ruang, jadwal, dan logistik ringan.
- Serah terima: di
pekan akhir, mahasiswa menyusun kit keberlanjutan (kumpulan kartu
literasi, template lembar mimpi, daftar tautan video edukasi offline/low
data) dan melakukan pelatihan singkat bagi guru/pengurus perpustakaan
kelas.
Mengukur
Dampak Secara Praktis
Tak perlu alat ukur rumit, cukup indikator sederhana
yang bermakna:
- Literasi: kenaikan
level membaca (lancar/menengah/pemula) berdasarkan rubrik 3 tingkat.
- Numerasi: waktu
pengerjaan 10 soal hitung dasar sebelum–sesudah.
- Karakter: ceklis
kehadiran, ketepatan waktu, dan keberanian bertanya/menjawab.
- Partisipasi orang
tua: jumlah hadir dalam sesi bulanan dan umpan balik singkat.
Data ringkas ini memperlihatkan nilai tambah Kukerta
kepada sekolah, orang tua, dan LPPM serta memudahkan publikasi artikel populer
pasca kegiatan.
Penutup
Pengalaman di RT 04, Desa Lubuk Terentang, Dusun
Simpang Camat, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat menunjukkan
bahwa peran mahasiswa Kukerta tidak sekadar “membantu mengajar”. Mereka adalah
penggerak ekosistem belajar: memantik rasa ingin tahu, menanam kebiasaan baik,
dan menghadirkan teladan yang dekat. Dengan pendekatan yang kreatif,
kontekstual, dan kolaboratif serta paket program yang sederhana namun
terukur—anak-anak sekolah desa memperoleh percaya diri baru untuk bermimpi dan
melangkah.
Prinsip “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun
karsa, tut wuri handayani” menemukan wujudnya di kelas-kelas sederhana Lubuk
Terentang: mahasiswa memberi contoh di depan, membangun semangat di tengah, dan
mendorong dari belakang. Ketika Kukerta usai, jejaknya tinggal pada kartu-kartu
literasi yang terus dipakai, pada kebiasaan 15 menit pagi, pada anak yang kini
berani mengacungkan tangan. Di situlah arti pengabdian: menuntun, menumbuhkan,
dan menginspirasi, agar sekolah desa tumbuh bersama cita-cita besar
anak-anaknya.
Referensi
:
Eka Putra, Soni,
S., Hul Hasanah, S., Rinaldi, R., & Ramadhanti, N. (2023). Optimalisasi
Peran Pendidikan Mahasiswa KKN Kelompok 55 Universitas Muhammadiyah Riau Dalam
Membangun Generasi Masa Depan. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 7(2),
226–233. https://doi.org/10.37859/jpumri.v7i2.6035
Ihsan Batubara,
Aini Fadilah Daulay, Resti Agustina, Melda Junita Nst, Nur Padilah, Cahyani
Aulia Fitri, Khodijah Nasution, & Siti Khairani. (2024). Peran Mahasiswa
KKN Dalam Pengembangan Pendidikan Anak-Anak di Desa Pintu Padang. Jurnal
Informasi Pengabdian Masyarakat, 2(1), 104–114.
https://doi.org/10.47861/jipm-nalanda.v2i1.771
Prasa, D.,
Fitriasari, A., Ramadiana, N., Zabar Muhamad Zamaludin, A., & Agustin, D.
(2024). Peran Mahasiswa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Longkewang Melalui
Inisiatif Rumah Belajar. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1),
146–154. https://doi.org/10.31949/jb.v5i1.7180
Risma Sintiya
Dewi, Pramita Khanifatul, Muhammad Akhdan, Den Ayu, Elinda Novita Dewi, Midian
Savella, Herxi Thovan, & Kasmuri Kasmuri. (2024). Optimalisasi Peran
Mahasiswa Kkn Dalam Bidang Peningkatan Pendidikan Di Desa Kangkung. Pemberdayaan
Masyarakat : Jurnal Aksi Sosial, 1(3), 16–23.
https://doi.org/10.62383/aksisosial.v1i3.400
Rozi, F.,
Shaleha, I., Br Sembiring, L., Rasyid Ridho, A., Dwi Rani, P., Lubis, M.,
& Hubbulwathan Duri, S. (n.d.). Optimalisasi Peran Mahasiswa Kukerta
Sebagai Tenaga Pengajar Dalam Meningkatkan Pendidikan Di Desa Beringin. Octo:
Community Service Journal, 1(1), 23–34.
Sismita, Putri
Ananda, Sindi, & Aziz Abdul. (2025). Peran Mahasiswa KKM dalam
Pengembangan Pendidikan Sekolah Dasar di Desa Karyasari,
Sukaresmi, Pandeglang. JUPERAN: Jurnal Penedidikan Dan Pembelajaran, 04(02),
802–809.
Syafarotun Najah,
T., Pebrianti, I., Rifaat, H., Kamaliah, U., Irawan, R., Hidayatulloh, R.,
Sari, W., Gusti Ningsih, W., Sari Yeyen, S., Haris Pauzan, M., & Adisty,
L. (2023). Peran Mahasiswa KKN Dalam Membantu Kegiatan Proses Belajar Mengajar
Di Sekolah Desa Tahai Baru. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara
(JPkMN), 4(4), 4193–4200. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i4
Triyani, B.,
& Hani Salmalina, F. (n.d.). PERAN MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA (KKN)
UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN SEBAGAI WUJUD PENGABDIAN DI KAMPUNG
NIRBITAN TIPES. MENCARI FORMAT PENGABDIAN INTERNASIONAL SESUAI
KEBUTUHAN BANGSA INDONESIA.
Lampiran
:
Komentar
Posting Komentar